Senin, 17 September 2012

Kak Fellicia Putri #testimoni5

Kak Fellicia Putri
Kali ini saya ngobrol bareng Kak Fellicia Putri. Kita ngobrol di kantin kali ini jadi suasana ngobrolnya lebih santai dan lebih asik. Awalnya sih ketemu Kak Fellicia mau ngomongin tenda GC tapi malah keterusan ngobrol. Karena angakatan 2012 sebentar lagi mau Great Camping, saya pengen tahu dong gimana sih Great Camping tahun lalu. Kata Kak Fellicia, great camping tahun lalau iyu asik banget dan seru. Tempatnya beda dari Great Camping 2012. Great Camping pasti ngasih kesan yang beda tiap tahunnya, jadi ikutin aja acara great camping dari awal sampe akhir, pasti nggak bakalan nyesel, seru banget soalnya. Trakingnya juga seru banget, walau jaraknya jauh tapi seru banget karena bakalan bareng-bareng sama temen-temen. Yang penting siapain fisik sama mental aja.
Selanjutnya kita ngobrol tentang dosen. Yah sebagai mahasiswa baru, saya pasti Tanya “Kak dosen yang kiler siapa ?” pertanyaan yang selalu keluar dari mahasiswa baru, buat jaga-jaga dan waspada hehehe. Kata Kak Fellicia di komunikasi sih enggak ada dosen yang killer sampe galak gitu, semua dosen komunikasi itu asik-asik jadi tenang aja asal kita rajin ngerjain setiap tugas dosen .
Ini sekilas testimony dari ngobrol bareng Kak Fellicia. Kak Fellicia baik banget orangnya, cerita-ceritanya juga asik. Seneng bisa kenal Kak Fellicia. Semoga bisa akrab ya Kak buat selanjutnya :)


Minggu, 16 September 2012

Halo Kak Lintang ;) #testimoni4



Halo Kak Lintang
Kali ini saya ngobrol bareng Kak Lintang. Kak Lintang orangnya baik dan asik diajak ngobrol, imut juga sih hehehe. Kak Lintang masuk komstra karena suka banget sama iklan dan pengen jadi PR. Nah kesempatan ngobrol sama Kak Lintang saya pengen tau tentang BSO di Komunikasi. Kak Lintang sendiri masuk BSO deadline sama PPC. Kata Kak Lintang BSO deadline ini selalu ounya cara yang unik buat ngepromosiin BSOnya. Alasan ini juga yang buat Kak Lntang masuk ke BSO deadline. Dulu waku promosi ke angkatannya Kak Lintang, mereka ngedatengin langsung tujuh puluh orang buat promosi dan itu jumah terbanyak waktu itu. Pokoknya BSO deadline keen banget promosinya. Makanya Kak Lintang tertarik buat masuk BSO. Menurut aku ini bener banget, waktu PPSMB cosmo 012 kemarin, Deadline itu unik banget, ada wilayah orang miskin sama wilayah orang kaya. Unik deh pokoknya.
Ngomongin tentang BSO, gimana sih cara ngebagi waktu kita kuliah sama BSO ? nah Kak Linang cerita kalo BSO itu waktunya flexible banget, bisa nyesuain sama waktu kuliah kita. Pokoknya BSO itu enak, asik dan jangan dipikir BSO itu bakalan seriu terus ngebebani kita sama tugas atau apa. Nggak sama sekali temen-temen. Justru BSO ini bagus banget buat ngerefresh pikiran kita yang penat banget sama kuliah. Tempatnya aja bisa dimana aja, enggak harus di kampus. Bisa dimana aja terserah, bisa sambil makan, bisa sambil jalan-jalan. Asik deh pokoknya
Begitulah sekilas waktu ngobrol bareng Kak Lintang. Terimakasih banyak ya Kak Lintang udah mau ngobrol bareng, Semoga bisa makin akrab nggak cuma ditugas tstimoni ;)

Sabtu, 15 September 2012

MENGENALKAN PANGAN LOKAL #BRIDGINCOURSE4



MENGENALKAN PANGAN LOKAL
            Selama ini tela atau singkong dianggap sebagai makanan yang kurang populer karena tela identik dengan makanan desa. Masyarakat pada umumnya cenderung lebih menyukai makanan-makanan cepat saji. Masyarakat kurang menyadari bahwa tela mempunyai potensi menjadi makanan favorit dan menarik apabila dikemas atau diolah dengan baik. Peluang bisnis pengembangan tela atau singkong menjadi sangat mungkin melihat potensi sumber daya alam dalam hal ini tanaman tela begitu melimpah di Indonesia pada umumnya dan Yogyakarta pada khususnya. Salah satu bentuk inovasi dari pengembangan bisnis tela yang cukup dikenal dan inovatif adalah pengembangan tela menjadi makanan-makanan ringan yang terjangkau dari sisi harga, menyehatkan, mengenyangkan namun tetap menarik bagi masyarakat. Beberapa bentuk inovasi tersebut adalah tela cake, ice cream tela dan donat tela, seperti yang dikembangkan oleh anak muda Yogyakarta bernama Firmansyah Budi dengan brand atau merek Cokro Tela. Firmansyah Budi mampu melihat potensi yang dimiliki oleh tela bila diolh dan dikemas dengan inovasi-inovasi baru. Namun dengan adanya begitu banyak inovasi dala pengembangan tela apakah masyarakat dapat mengubah stigma tentang tela adalah makanan desa. Bagaimana Firmansyah Budi mampu mendapat perhatian masyarakat dengan tela cakenya ?
            Kurang lebih pada tahun 2004 Firmansyah Budi memulai usaha yang memanfaatkan bahan dasar tela. Memang tidak langsung berhasil menciptakan kreasi makanan dari tela karena kesulitan untuk menemukan resep yang tepat. Setelah melalui sebuah proses yang panjang  pada akhirnya Firmansyah Budi menemukan komposisi dan resep baru mengenai makanan berbahan dasar tela yaitu tela cake yang dibuat dengan berbagai macam pilihan rasa. Ada rasa keju, coklat, pandan, blueberry, strawbewrry, mocca dan pandan keju. Setelah berhasil menemukan komposisi dan resep yang pas, Firmansyah Budi menemui beberapa kendala diantaranya bagaimana mengenalkan kepada masyarakat produk barunya ini. Hal ini dikarenakan belum begitu dikenalnya cake berbahan dasar tela.
            Strategi awal pemasaran prodak tela tersebut adalah bekerjasama dengan ukm-ukm yang ada di masyarakat (Rsigit, 2011:10 ). Mengenalkan kepada masyarakat sebuah inovasi baru yaitu cake dengan berbahan dasar 101 persen tela. Sebagai langkah awal pemasaran dan  promosi tersebut bisa dikatakan belum cukup berhasil. Masyarakat cenderung berfikir apatis terkait dengan cake berbahan dasar tela. Seiring dengan perkembangan teknologi seperti internet maka Firmansyah Budi mencoba mencari alternatif pemasaran dengan cara mempromosikan produknya melalui internet.
            Pada tahun 2010 pemerintah mulai gencar mengkampanyekan pangan lokal seperti tela dan jagung. Salah satu program pemerintah yaitu penganekaragaman pangan berbasis pangan lokal. Melihat peluang itu, Firmansya Budi berinisiatif melakukan kerja sama dengan pemerintah guna mengenalkan produk tela cakenya. Baik melalui promosi, mengikuti pameran dan bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan ( BKPP ) dan Dinas Pariwisata. Bentuk kerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) dilakukan dalam bentuk mengikuti pameran yang diadakan ataupun yang diikuti BKPP. Seperti bila BKPP mengadakan dan mengikuti kegiatan Hari Pangan Sedunia (HPS) di tingkat provinsi atau nasional dalam bentuk pameran-pameran makanan lokal, maka Cokro Tela mengikuti kegiatan tersebut. Dalam pameran Hari Pangan Sedunia (HPS) yang memerkan pangan lokal tentunya akan menarik perhatian masyarakat luas. Hal ini memberi kesempatan Cokro Tela Cake unutuk mempromosikan produknya kepada masyarakat yang datang untuk menyaksikan pameran pangan lokal dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS). Selain bekerjsama dengan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi DIY, Cokro Tela Cake juga bekerjasama dengan Dinas Pariwisata. Bentuk kerjasama tersebut adalah dengan mendorong agar produk Cokro Tela Cake menjadi salah satu buah tangan bagi wisatawan mancanegara ataupun wisatawan nusantara. Yogyakarta adalah salah satu daerah yang kaya akan pariwisatanya, hal ini membuat Cokro Tela Cake semaikin dikenal oleh masyarakat karena Cokro Tela Cake menjadi salah satu oleh-oleh khas.
            Selain bekerjasama dengan pemerintah, Cokro Tela Cake juga sering mengadakan atau mengikuti festival-festival untuk mengenalkan atau mempromosikan produknya. Mengundang masyarakat untuk berapresiasi dalam festival tersebut. Sebagai contoh, festival yang diadakan di Sewandanan Pakualam. Festival ini merupakan bagian dari Festival Tela Indonesia (FTI) yang digelar Cakra Tela ( Jogjanews.com/Anam, 2011 : 7 ). Festival seperti ini tidak hanya di gelar sekali namun berulangkali dengan mengundang masyarakat untuk berapresiasi dengann kegiatan-kegiatan yang ada dalam festival tersebut. Semakin banyak masyarakat yang mengikuti festival berarti semakin banyak pula yang mengetahui produk Cokro Tela Cake.
            Segala kegiatan promosi dalam berbagai bentuk telah dilakukan oleh Firmansyah Budi untuk mengenalkan prduk tela cakenya kepada masyarakat luas. Sehingga sekarang ini Tela Cake sudah banyak diketahui oleh masyarakat khusunya masyaraka Yogyakarta. Bahkan Cokro Tela Cake menjadi sebuah oleh-oleh khas yang wajib dibeli bila mengunjungi Yogyakarta bagi wisatawan-wisatawan. Setelah berbagai kegiatan promosi dilakukan sehingga membawa nama Cokro Tela cukup terkenal di masyarakat Yogyakarta, kini Cokro Tela Cake sudah empunyai beberapa cabang di Yogyakarta. Hal ini membuktikan bahwa Firmansyah Budi pemilik Cokro Tela Cake berhasil menarik perhatian masyarakat dengan berbagai usaha promosi untuk mengonsumsi tela dalam bentuk cake yang diciptakannya.




Dua Minggu Berjuta Cerita #testimoni3




Sudah hampir dua minggu saya menjadi keluarga Komunikasi Universitas Gadjah Mada. Kalian tau bagaimana rasanya ? Nyenengin banget guuuuuuys. Dapet kenalan baru, temen-temen baru, hal-hal baru dan kebiasaan-kebiasaan baru tentunya. Temen baru bukan hanya di satu angkatan, tapi dari kakak-kakak angkatan yang welcome banget ke mahasiswa barunya. Seperti saya yang kenalan sama Kak Inas. Kak Inas menurut aku imut banget dan nyenengin banget buat diajak ngobrol dan berbagai informasi. Kak Inas ini ambil konsentrasi komstra soalnya suka banget sama iklan. Waktu ngobrol bareng Kak Inas kita ngomongin tentang dosen-dosen di jurusan komunikasi UGM. Sebagai mahasiswa baru tentunya saya belum ngerti banget tentang dosen di Komunikasi. Masih bingun dosen mana yang dipanggil mas atau mbak dan dosen mana yang harus panggil Pak atau semua harus dipanggil Mas. Kata Kak Inas, semua dosen di komunikasi itu harus panggil mas atau mbak, nggak ada yang dipanggil Pak atau Bu. Kalau ada yang dipanggil Pak biasanya bukan dari komunikasi. Nah kalau dosen favorit Kak Inas ini Mas Budhi sama Cak Budhi.
Selanjutnya mengeni konsentrasi jurusan yang cukup buat saya bingung juga, gimana sih kita tau kita itu mintak ke konsentrasi yang mana ? kata Kak Inas nanti lama-lama kita bisa ngerasain sendiri kok kita itu suka konsentrasi yang mana. Tapi jangan sampai kita ikut-ikutan temen, harus bener-bener suka dan manteb pilihan sendiri.
Ngomongin jadi mahasiswa baru, Kak Inas cerita kalau dulu Kak Inas juga ngerasain kayak yang dirasain komunikasi 012. Bahkan tugasnya lebih berat, sampai nunggu-nungguin kakak angkatan 010 di depan kelas mereka buat minta tanda tangan. Pesen aja buat Komunikasi 012 harus semakin akrab sama kakak angkatan yaaa J
Itulah sekilas cerita yang saya dapet waktu ngobrol bareng Kak Inas. Terimakasih buat Kak Inas yang udah mau diajak kenalan sama ngobrol bareng hehe semoga bisa makin akrab kedepannya J

Jumat, 14 September 2012

bertambah hari, bertambah cerita :) #testimoni2



Hari ini saya berkenalan dengan Kak Rafi Putri dari angkatan 2011. Seru sekali karena dapat banyak pengetahuan baru, baik tentang dosen, perkuliahan atau info tentang ekstrakulikuler lain.  Kak Rafi baik banget karena sabar ngehadapin saya yang anak baru dan Tanya-tanya tentang jurusan komunikasi. Kak Rafi ini hobby banget nonton film dan bercita-cita buat jadi PR, makanya waktu konsentrasi jurusan Kak Rafi memilih buat mauk Komunikasi strategis. Nah ngomongin konsentrasi juruan, saya sebagai mahasiswa baru belum ngerti sama sekali tentang konsentrasi jurusan ini. Oleh kareng itu, saya ngobrol sama Kak Rafi dan sedikit tanya-tanya tentang konsentrasi jurusan tersebut. Kata Kak Rafi, di Jurusan Komunikasi itu ada 2 konentrasi jurusan yaitu komstra ( komunikasi  strategis ) dan komed (komunikasi Media dan jurnalistik ). Komstra itu seperti jadi PR, buat iklan, perencana dan lain-lain. Kalo komed sendiri untuk orang-orang yang suka film, jadi presenter dan lain – lain seperti orang di depan layar. Nah buat milih salah satu konsentrasi tersebut, kita sebagai mahasiswa itu dikasih kebebasan untuk memilih salah satu konsentrasi jurusan itu tanpa harus melihat IP kita.
Selanjutnya kita ngobrolin tentang kuliah. Sebagai mahasiswa pasti bakalan dapet banyak banget tugas. Terkadang kita bakalan kaget dan ngerasa tugas itu berat. Waktu ngobrol sama Kak Rafi, Kak Rafi juga ngalamin hal yang sama waktu jadi mahasiswa baru tapi kalau Kak Rafi udah nggak kagt lagi sama tugas-tugas yang banyak dan numpuk karena adanya ppsmb dulu. Tugas ppsmb itu  ngebanu banget buat nyesuain diri sama tugas-tugas kuliah. Selain itu, saya sebagai mahasiswa baru bingung bangt tentang buku bacaan yang diberitahu dosen harus dibaca. Bukunya banyak dan asing semua. Setelah ngobrol sama Kak Rafi, saya jadi tu kalo buku-buku itu nggak harus dibaca semua tapi buku intinya aja yang harus dibaca dan dipahami. Nah buku-buku itu bisa juga minjem di perpustakaan.
Itulah sekilas crita hari ini ngobrol bareng Kak Rafi. Terimakasih banyak buat Kak Rafi yang udah mau luangkan waktunya buat ngobrol bareng. Semoga kedepannya bisa semakin akrab dan saling membantu hehe.